Agar Qurban Sah, Ketahui Kriteria Hewan yang Tidak Boleh Qurban

Setelah mengetahui harga dari hewan yang akan Anda qurban dan melakukan tabungan qurban jauh-jauh hari. Anda juga perlu mengetahui hukum dalam berqurban. Sebelum melakukan qurban maka Anda harus mengetahui hewan yang tidak boleh qurban. Anda perlu mengetahuinya agar hewan yang akan diqurban dapat dilakukan dengan sah.

Apakah Syarat Sah Hewan yang Diqurban?

Sapi yang diqurban memiliki usia minimal 2 tahun hingga 3 tahun yang dapat berlaku untuk tujuh orang. Jika domba atau sapi yang sah digunakan pada usia minimal 1 tahun lebih menuju usia 2 tahun dan diqurban hanya untuk satu orang. Qurban hewan yang dilakukan adalah hewan jantan yang lebih utama.

Hewan yang Anda qurban harus memiliki keadaan fisik yang lengkap yaitu tanduk sempurna dan simetris. Memiliki mata dan ekor yang lengkap juga kaki yang tidak dalam kondisi cacat. Hewan yang digunakan dalam keadaan sehat tidak mengalami sakit. Jika Anda mengurbankan unta maka harus berusia 5 tahun menuju 6 tahun.

Apakah Ciri Hewan yang Tidak Boleh Qurban?

Hewan yang tidak sah atau tidak boleh untuk diqurban dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim yaitu cacat matanya atau dalam keadaan buta. Namun Anda boleh menggunakan hewan yang rabun karena rabun tidak dapat dikatakan buta.

Hewan qurban yang dalam keadaan sakit. Anda bisa melihatnya dalam keadaan fisik yang sempurna atau tidak. Lihat dari segi kulit atau pun kebersihan dari hewan tersebut sebagai tolak ukur. Anda bisa lebih memastikannya dengan menanyakan langsung kepada orang yang lebih ahli atau kepada peternak hewan.

Sapi qurban atau hewan qurban lainnya yang dalam keadaan pincang dan kurus atau tidak berlemak lagi. Anda dapat melihat dari gerak-gerik hewan yang akan diqurban dapat berjalan normal atau tidak. Jika hewan tersebut dapat berjalan dengan baik maka hewan tersebut sah untuk diqurban.

Hewan yang kurus tidak memiliki sumsum. Usia hewan yang diqurban tidak mencukupi usia dari syarat sah hewan yang diqurban. Di dalam riwayat Shahih Fiqih Sunnah, II:373 juga dikatakan hewan yang tidak boleh diqurban adalah tidak bergigi (ompong). Hewan tersebut tidak memiliki ekor, hewan betina yang dalam keadaan bunting dan hewan yang tidak berhidung.

Sapi qurban atau hewan tidak boleh diqurban selain pada hari yang benar dalam waktu 4 hari yaitu di hari Idul Adha dan tiga hari sesudahnya. Waktu penyembelihan akan berakhir ketika matahari tenggelam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sebaik-baiknya qurban dilakukan pada awal waktu setelah selesai sholat Idul Adha.

Bagaimana Cara Menyembelih Hewan Qurban?

Setelah Anda mengetahui hewan yang sah diqurban dan yang tidak boleh diqurban maka Anda perlu mengetahui cara menyembelih yang benar. Cara menyembelih hewan qurban yaitu dengan menyembelih di bagian lehernya. Dipotong tepat dibagian urat tempat lewatnya makanan dan keluarnya napas hewan tersebut.

Kedua urat harus terputus dalam penyembelihan. Jika Anda tidak dapat menyembelih pada bagian leher karena hewan yang akan disembelih sangat liar. Anda dapat menyembelih pada bagian lainnya yang penting hewan qurban tersebut mati ketika disembelih.

Selain mengetahui hewan yang tidak boleh qurban, Anda juga harus mengetahui cara pembagian daging qurban. Jika qurban yang Anda lakukan karena nazar sendiri atau nazar orang yang telah meninggal maka semua bagian dari hewan yang diqurban harus dibagikan ke fakir miskin. Jika bukan nazar maka Anda yang berqurban boleh mengambil sepertiga bagiannya.